Rekonstruksi Mayat Tanpa Kepala, Tersangka Gorok Leher Korban Karena Kesal

Rekonstruksi Mayat Tanpa Kepala, Tersangka Gorok Leher Korban Karena Kesal

Rekonstruksi mayat tanpa kepala dilakukan di kompleks wisata Bola Pitue Padongko, Kelurahan Mangempang, Barru, Jumat (18/11). Tampak tersangka Alisadikin menggunakan kursi Roda.

Barru, Metropol – Rekonstruksi mayat tanpa kepala dilakukan di kompleks wisata Bola Pitue Padongko, Kelurahan Mangempang, Barru, Jumat (18/11). Tersangka Alisadikin menggorok leher korban karena merasa kesal.

Didepan tersangka, korban mengaku sudah pacaran dengan istri tersangka Alisadikin. Polisi menghadirkan dua orang saksi masing-masing Agus dan Sudirman. Korban diperagakan oleh seorang polisi.

Dalam adegan ke 10, terlihat korban beberapa kali ditusuk badik bagian dada, dan bagian punggung, lalu korban terjatuh tersungkur. Tersangka juga menusuk bagian belakang. Setelah tidak bernyawa pelaku kemudian membawa korban ke salah satu kandang sapi milik warga sebagian tubuh korban ditanam sekitar kandang tersebut.

Rekonstruksi berjalan lancar meski ratusan masyarakat disekitar ikut menyaksikan. Tersangka Alisadikin terlihat menggunakan kursi Roda. Kaki bekas luka tembak belum sembuh betul. Akibatnya saat reka ulang adegan, tersangka agak kesulitan bergerak untuk memperagakan adegan pembunuhan tersebut.

Warga berkerumun di sekitar lokasiĀ  rekonstruksi. Pagar pekarangan lokasi kompleks pariwisata disesaki warga. Termasuk keluarga korban. Pelaksanaan rekonstruksi juga dijaga ketat oleh puluhan petugas dari Polres Barru.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan 19 adegan. Adengan ke 15 tersangka terlihat menggorok leher korban tepat dibelakang kandang sapi. Lalu tersangka mengubur badan korban di belakang kandang sapi dan kepala korban kemudian dibawa ke kandang kambing milik tersangka di daerah Mariorio untuk dikuburkan.

Agus salah seorang saksi mengaku, heran ketika Ohara dihabisi oleh Sadikin dengan cara menggorok lehernya. “Sekitar pukul 03.00 Wita usai main domino disalah satu pesta pernikahan, saya tinggalkan tersangka dengan korban mereka itu cukup akrab. Makanya saya heran ketika saya dengar tersangka membunuh korban dengan sadis,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Barru AKP Nasri mengatakan, rekonstruksi dilakukan di Bola Pitue Padongko karena faktor keamanan. “Kami pilih lokasi di Padongko, karena persoalan keamanan,” ungkapnya.

Sebelumnya, mayat korban ditemukan sudah membusuk dan tertimbun dalam tanah. Ia dibunuh oleh Alisadikin, bagian tubuhnya ditemukan dibelakang kandang sapi dan kepalanya ditemukan di dekat kandang ternak tersangka setelah tersangka ditangkap di daerah Kalimantan.

Keberadaan korban terakhir kali terlihat berdasarkan penuturan sejumlah warga setempat, saat ikut dalam lomba domino yang dihelat salah satu warga yang menggelar hajatan pernikahan.

(Jamal)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *