Ritual ‘Mattompang Arajang’ Digelar Terbuka Pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone Ke-689

Ritual ‘Mattompang Arajang’ Digelar Terbuka Pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone Ke-689

Pemkab Bone menggelar ritual Mattompang Arajang terbuka pada peringatan hari jadi Kabupaten Bone Ke-689, yang dilaksanakan di lapangan Merdeka Watampone, Kecamatan Tanete Riaattang, Kabupaten Bone, Sabtu (6/4).

Bone, NewsMetropol – Di usia ke 689 Kabupaten Bone berharap kedepan semakin gemerlap, semakin gemilang, dan semakin bagus. Sebagaimana Visi Bone yaitu Mabessa, Mandiri, Berdaya saing, dan Sejahtera. Melaksanakan prosesi “Mattompang Arajang” secara terbuka di lapangan Merdeka Watampone, Kecamatan Tanete Riaattang, Kabupaten Bone, Sabtu (6/4).

Mattompang Arajang adalah Ritual pencucian benda-benda pusaka warisan peninggalan kerajaan Bone. Seluruh peninggalan Raja Bone Petta Malampe’e Gemmena Arung Palakka dikeluarkan dari Museum Arajange di Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, kemudian di Arak menuju ke tengah lapangan Merdeka. Benda-benda Raja Bone yang di bersihkan di antaranya, Kawelang Latea Riduni (Badik), Lamakkarawa (Keris), dan Lasagala (Tombak), serta salempang Pulaweng (Kalung Emas) seberat lima Kilogram.

Ritual ini di pimpin langsung oleh Bissu dan di saksikan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Prof. DR. H. Nurdin Abdullah, M.Agr., Bupati Bone DR. H. Andi Fahsar M Pajalangi, M.Si., Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H. Muhammad Rum, SH., MH., Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, Kepala BNNP Sulawesi Selatan Brigjen. Idris Kadir, seluruh Forkopimda Kabupaten Bone,  serta hadir sejumlah tokoh masyarakat, tokoh sesepuh Adat, dan Menteri Pertanian Republik Indonesia DR. Ir. H. Andi Amran Sulaeman, MP.

Kegiatan Hari Jadi Bone dilaksanakan dari proses kebudayaan dahulu yang di lestarikan sampai sekarang, Mattompang sebagai bentuk kegiatan melestarikan Budaya Bone, yang sekarang dilakukan bukan lagi Ritual Mistik seperti dulu, tapi sebagai proses pelestarian  Kebudayaan Bone.

Dilaksanakan terbuka agar supaya masyarakat bisa melihat langsung benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Bone. Kegiatan ini bukan hanya sekedar suatu prosesi rutinitas, tapi di harapkan mengenal sejarah perjuangan para leluhur Raja-Raja Bone terdahulu. Sehingga pada hari ini kita bisa menikmati apa yang ada sekarang di Hari Jadi Bone yang ke-689.

(Syahrir)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *