STIA LAN Wisuda 298 Orang dari Program Sarjana dan Program Magister

STIA LAN Wisuda 298 Orang dari Program Sarjana dan Program Magister

R. Bogie Setia Perwira Nusa (kiri) dari BNN bersama Fajarudin (tengah) dari Kejasaan Agung RI dan Kasdi Akbar (kanan) dari Kementerian Dalam Negeri RI seusai wisuda di STIA LAN dalam Program Pascasarjana (S2)

Jakarta, Metropol – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN) Jakarta menyelenggarakan wisudawan dan wisudawati. Wisuda ke-53 program sarjana dan ke-14 program Magister dilaksanakan di Gedung Graha Makarti Bhakti Nagara Jalan Administrasi II Pejompongan Jakarta, yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, pada Sabtu (8/10) kemarin.

Wisuda yang dilantik sebanyak 298 orang terdiri dari Program Pascasarjana (S2) sebanyak 136 orang dan Program Sarjana (S1)  sebanyak 152 orang. Para wisudawan dan wisudawati adalah para pegawai negeri sipil (PNS) dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah, pegawai BUMN/BUMD, anggota TNI dan POLRI, yang berasal dari 33  provinsi di seluruh Indonesia. dan Timor Leste.

Tjahyo mengatakan, dalam wisuda ini merupakan salah satu kiprah Ikatan Alumni STIA LAN Jakarta untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam mengatasi persoalan yang dihadapi pemerintah.

“Sebagai alumni, saudara harus bisa menunjukkan jati diri sebagai aparatur Negara yang inovatif. Ini penting dalam upaya untuk membangun pemerintahan yang efektif, efisien dan peduli pada kepentingan public,” kata Tjahyo dalam sambutannya.

Ia juga mengatakan tentang bahaya narkoba, korupsi, terorisme, radikalisme, “dalam kehidupan masyarakat sehari-hari di lingkungan RT/RW banyak yang sudah jadi korban akibat penyalahgunaan narkoba, Hal tersebut diperlukan pencegahan dini,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Mendagri, salah satu alumni bernama R. Bogie Setia Perwiranusa, SH, S.H.I, M.H, M.Si, M.AP perwakilan dari BNN yang mengambil Ilmu Administrasi Negara Strata (S2), mengatakan, pokal poin pemberantasan narkoba adalah sebuah implementasi kebijakan pengembangan profesi sumber daya aparatur intelijen sebagai human capital dalam lingkungan intelijen BNN.

“Karena pergerakan intelijen itu sebagai bentuk pencegahan deteksi dini, khususnya dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba,”.katanya.

(Suwondo)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *