Tangkap Bandar Narkotika, BNN Selamatkan 1000 Anak Bangsa

Tangkap Bandar Narkotika, BNN Selamatkan 1000 Anak Bangsa

Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto saat press realese, Jumat (26/10).

Malang, NewsMetropol – BNN Kota Malang menyebutkan, tertangkapnya dua bersaudara pengedar pil setan jenis marijuana (ganja) dan sabu-sabu di pengujung tahun 2018 sama halnya telah menyelamatkan 1000 anak bangsa.

“Hal tersebut mengacu dari banyaknya barang bukti yang telah diamankan Tim dari BNN Kota Malang berupa daun ganja kering maupun akar kering seberat 3,3 kg dan 58,5 gram sabu-sabu siap edar,” kata Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto saat press realese, Jumat (26/10).

Lebih jauh, Ia mengungkap kronologis penangkapan dua saudara kandung tersebut.

AF ditangkap terlebih dahulu pada hari Rabu (24/10) oleh tim sàat mengendarai sepeda motor suzuki nex tanpa plat nomor  di Jl. Lowokdoro Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Bambang menjelaskan, bahwa penangkapan tidak serta merta berjalan mulus, karena badan AF Gempal  memiliki postur seperti petinju yang sempat lari dengan kecepatan tinggi. Dalam pengejaran, anggota terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan yang berhasil membuat nyali AF menciut.

“Memanfaatkan situasi, anggota saya langsung mengambil tindakan ekstrim dengan menabrakkan sepeda motornya ke AF, barulah kemudian ia bisa diamankan,” jelasnya.

Hasil penggeledahan di badan dan sepeda telah diketemukan BB 4 bungkus narkotika golongan I jenis sabu seberat 51 gram.

Tak berhenti disitu, kemudian dilakukan penggeledahan lanjutan di rumah AF yang beralamat di Jalan Gadang Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun. Dirumahnya, petugas berhasil mendapati 8 bungkus plastik berisi narkotika golongan I jenis ganja atau bisa juga disebut hasis, THC (Tetrahydrocannabinol) Cimeng atau Marijuana dengan berat 2,3 kg, kemudian 2 buah HP dan timbangan digital.

Masih kata AKBP Bambang, orang nomor satu di BNN Kota Malang, bahwa pengembangan terus dilakukan untuk membekuk induk semang dari penjualan narkotika golongan I ini dengan memaksa AF berbicara.

Akhirnya terungkap, JS yang notabene kakak kandung AF adalah jaringan kedua yang mendapatkan barang dari jaringan pertama di Semarang.

Modusnya, pengiriman barang melalui paket dengan identitas yang disamarkan. JS pun kemudian ditangkap dirumahnya di Gadang Kelurahan Sukun pada saat akan memakai sabu.

Dari penggeledahan ditemukan 1 bungkus plastik berisi narkotika golongan I jenis saabu dengan berat 7,5 gram, 3 bungkus ganja atau hasis kering dengan berat 1 kilogram.

1 plastik bekas paket pembungkus ganja 1 set alat hisap Bong, 5 kartu Indosat yang diduga sebagai modus menghilangkan jejak, 1 buku transaksi, 2 buah HP, timbangan digital, serta buku tabungan BCA yang ada transaksi mencapai Rp.300 jt.

Sementara ini, JS mengaku uang tersebut bukan dari penjualan narkotika  melainkan uang titipan.

“Tentang hal tersebut, nantinya akan kami telusuri kebenarannya, karena BNN berhak untuk menyita hasil dari  penjualan,” jelas Bambang.

Kepala BNN Kota Malang berpangkat melati 2 itupun sempat menyayangkan  tindakan nekat duet bersaudara yang bekerja sebaga tukang bangunan (AF) dan juga sopir free line (JS) tersebut.

“Mereka ingin cepat kaya dengan cara instant, namun ujungnya harus berurusan dengan masalah hukum. Apalagi AF, istrinya kemarin kesini dengan kondisi hamil,” kata Bambang.

Jadi untuk mengurangi hukuman harus ada kesadaran dan keberanian menjadi Mr.Blower agar jaringan I disemarang juga bisa terungkap.

Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal  114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maximal 20 tahun atau penjara seumur hidup.

(Yud/Rin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *