Terkendala Serah Terima, Dermaga Pangkalan Batu Belum Difungsikan

Terkendala Serah Terima, Dermaga Pangkalan Batu Belum Difungsikan

Dermaga pangkalan batu yang proses pengerjaannya sudah selesai tetapi belum difungsikan karena terkendala serah terima dari pihak kontraktor.

Nunukan, Metropol – Dermaga di Pelabuhan Pangkalan Batu, Sebatik Utara belum juga difungsikan sebagaimana mestinya.

Padahal pembangunan dermaga tersebut sudah diselesaikan sejak bulan November 2017 lalu bersamaan dengan pembangunan penunjang fasilitas lainnya seperti gapura, penambahan paving block, serta pemasangan fender di ujung pelabuhan.

Sementara di lain pihak, dermaga tersebut sangat dibutuhkan oleh warga untuk turun ataupun naik dari speed boat yang mereka tumpangi mengingat saat ini untuk turun maupun naik dari speed boat, warga terpaksa menggunakan tangga darurat yang sangat membahayakan keselamatan para penumpang.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Sei Nyamuk, H. Juniansyah kepada Metropol mengakui bahwa, dermaga tersebut hingga kini belum bisa difungsikan karena belum ada Berita Acara Serah Terima Operasional (Basto) dari pihak kontraktor kepada pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Sehingga kata dia, dengan terpaksa para penumpang untuk sementara waktu masih menggunakan tangga darurat untuk naik ataupun turun menuju speed boat.

“Pembangunan dermaga beserta beberapa item yang lainnya itu kan memang di bangun pada tahun 2017 ini pak. Dan baru selesai pada tanggal 20 November lalu. Nah namanya hasil pengerjaan proyek begitu pak, tidak bisa serta merta di pakai kalau belum ada serah terima walaupun proses pengerjaannya sudah selesai. Kita juga masih menunggu Basto dari pihak Kemenhub RI untuk segera mengoperasikan dermaga itu,” jelasnya saat ditemui di kantornya di Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Rabu (6/12).

Sebenarnya, kata Juniansyah, dermaga itu bisa saja difungsikan untuk sementara waktu sambil menunggu Basto dari pihak Kemenhub RI bila ada pihak yang mau bertanggung jawab jika ada kerusakan sebelum proyek tersebut  diserah terimakan.

“Sebenarnya kalau dari pihak kami, kami inginkan itu bisa di fungsikan secepatnya. Karena memang untuk fasilitas dermaga. Tapi kalau belum ada Basto, dan ketika ada kerusakan siapa yang mau bertanggung jawab. Makanya kita tunggu dulu Basto dari pihak kementerian, baru kita bisa fungsikan. Supaya juga, dari segi dermaga kita juga sudah sangat siap untuk jalur menuju Tawau nantinya,” terangnya.

Dijelaskannya, pembangunan ponton serta beberapa item penunjang dermaga pangkalan batu itu menghabiskan dana sekira Rp 11 Miliyar yang dianggarkan melalui dana APBN.

Menurut dia, penambahan fasilitas dermaga itu nantinya juga sebagai salah satu upaya persiapan pemerintah Indonesia, untuk segera membuka jalur resmi antara Sebatik – Tawau maupun sebaliknya.

Sehingga kata dia, dengan adanya penambahan fasilitas berupa dermaga dan lain sebagainya bisa semakin memantapkan dermaga pangkalan batu sebagai dermaga resmi untuk menuju Tawau.

“Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah pusat. Kami juga sudah mengirim hasil pekerjaan beberapa item di dermaga pangkalan batu yang sudah selesai di kerjakan. Saat ini kita hanya tinggal menunggu Bastonya saja, agar bisa segera di fungsikan. Karena, kalau untuk dermaganya kan kami proyeksikan untuk pembukaan jalur resmi Sebatik – Tawau nanti,” tutupnya.

(Ram/Guntur)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *