Tersulut Cemburu, Warga Pronojiwo Aniaya Tetangga Sendiri

Tersulut Cemburu, Warga Pronojiwo Aniaya Tetangga Sendiri

Ilustrasi penganiayaan.

Lumajang, NewsMetropol – Anggota Polsek Pronojiwo menangkap Rustam bin Susiono, salah satu warga Dusun Sumbersari RT 11 RW 04, Ds. Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Selasa (8/1) kemarin.

Penangkapan tersangka Rustam bin Susiono ini terkait dengan penganiayaan yang pelaku lakukan terhadap Muhammad Fahmi Ishaqi (19) yang merupakan tetangganya sendiri di Dusun.  Sumbersari RT 11 Rw 04, Ds. Supiturang, Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Peristiwa penganiayaan ini dilatar belakangi dimana Rustam (tersangka) merasa sakit hati dan emosi kepada M Fahmi (korban) setelah mendapat pengakuan dari isterinya bahwa pernah disetubuhi secara paksa oleh korban. Tersangka yang sudah tersulut marah, tak lagi mengindahkan penjelasan korban dan langsung menganiaya korban dengan tangan kosong.

Adapun kronologis penganiayaan ini sendiri terjadi di rumah warga yang bernama Fatimah alias Painem. Dimana saat itu tersangka Rustam bersama istrinya bernama Evi Susanti (25) sedang mengendarai kendaraan truk yang melintasi di depan rumah saksi Fatimah. Tak sengaja melihat Fahmi sedang berbincang dengan Fatimah, lalu tersangka langsung berhenti dan berjalan menuju rumah Fatimah.

Selanjutnya tersangka langsung mendobrak rumah Fatimah menggunakan tangan hingga rusak. Tersangka masuk rumah dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban dengan memukul beberapa kali tubuh korban serta menendang sebanyak dua kali.

Melihat kejadian ini, Rokayeh yang juga berada di tempat kejadian langsung berteriak minta tolong sehingga membuat salah satu tetangga yang bernama Abdul Rohim bersama warga yang lain datang untuk melerai. Dengan kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada pelipis mata sebelah kiri dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM dikonfirmasi melalui sambungan selulernya mengatakan, cukup menyayangkan peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pronojiwo ini. “Saya sangat memahami perasaan dari tersangka, dimana ia sangat emosi setelah mengetahui istrinya pernah diajak untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun demikian, seharusnya hal tersebut diserahkan kepada pihak yang berwenang. Karena Negara kita adalah Negara hukum, sudah sepatutnya segala permasalahan diselesaikan dengan jalur hukum” tegas Arsal.

Atas kejadian tersebut, pelaku dijerat pasal Pasal 351 (1) KUHP tentang penganiayaan. Tersangka sendiri diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(IP)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *