Tolak Pembubaran Fakultas, Mahasiswa FTIP UHO ‘Serbu’ DPRD Sultra

Tolak Pembubaran Fakultas, Mahasiswa FTIP UHO ‘Serbu’ DPRD Sultra

Mahasiswa FTIP UHO saat berunjuk rasa di Sekretariat DPRD Sultra, Selasa siang (28/11).

Kendari, Metropol – Ratusan mahasiswa dan alumni Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian (FTIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendatangi Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara pada Selasa siang (28/11).

Mereka datang untuk menyampaikan penolakannya terhadap rencana pembubaran fakultas mereka.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Muhammad Abbas mengatakan, mahasiswa dan alumni FTIP UHO secara bulat menolak rencana pembubaran FTIP UHO yang dilakukan oleh Kementerian Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Kami mahasiswa dan alumni FTIP UHO menolak rencana pembubaran FTIP dan pengembalian FTIP ke Fakultas Pertanian,” ucap Abbas.

Selain itu, mereka juga mendesak pihak DPRD Sultra segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak Rektorat Universitas Halu Oleo dalam kurun waktu paling lambat tiga hari ke depan.

“Kami memohon kepada pihak DPRD agar segera melakukan RDP dengan pihak kampus paling lambat 3×24 jam,”

Menanggapi hal itu, pihak DPRD Sultra yang diwakili oleh Muhammad Jafar, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sultra mengatakan keperihatinannya terhadap rencana pembubaran dan pengembalian FTIP UHO ke fakultas induknya.

“Saya turut prihatin terhadap rencana pengembalian atau penutupan FTIP UHO,” ungkap Jafar.

Jafar berjanji, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pimpinan Komisi IV DPRD Sultra dan juga pihak UHO untuk menggelar RDP dalam waktu secepatnya.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pimpinan dan UHO. Semoga RDP dapat kita laksanakan dalam waktu secepat mungkin,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Kemenristekdikti telah mengeluarkan keputusan untuk memoratorium dua fakultas di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yakni Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP).

Kedua fakultas tersebut dimoratorium dengan alasan tidak memenuhi syarat untuk berdiri sebagai fakultas. Moratorium tersebut berlaku efektif berlaku sejak 1 November 2017.

(Rona Fajar)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *