Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah

AG. Prof. Dr. Faried Wadjedy, Lc, MA. (Foto: MS/MP Kontributor Informasi Haji Indonesia 2017).

Wukuf di Arafah adalah puncak pelaksanaan rukun haji, simbol sempurnanya rukun Islam seseorang.

Seluruh jemaah haji akan menuju Padang Arafah untuk wukuf bersama pada 9 Zulhijjah yang dimulai pada tergelincirnya matahari (waktu duhur) sampai malam dan diakhiri shalat Magrib dan Isya (jamak taqdim). Kemudian bertolak ke Musdalifah untuk melakukan Mabit (bermalam).

Setelah itu jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina untuk melontar Jumrah Aqabah dan diakhiri Tahallul atau menggunting rambut bagi pria disunatkan model gundul dan perempuan minimal 3 hilai rambut. Setelah 11 sd 13 Zulhijjah, jamaah haji menuju Mina untuk Mabit dan melontar Jumrah al Ula, Wutsqa dan Aqabah, dan disunatkan memperbanyak zikir kepada Allah.

Begitu banyak orang yang ingin ke Padang Arafah, tapi belum dipanggil dan diberi kesempatan oleh Allah.

Di Padang Arafah lah kita diwisudah. Tempat dimana Allah menurunkan rahmatNya berupa ampunan kepada hambahNya yang luar biasa.

Padang Arafah adalah wilayah yang luas membentang. Tempat dimana calon-calon haji mabrur berkumpul sejak siang sampai besok subuh. Wajib berada di sana walau pun sejenak. Tawaf dan Sa’i itu rukun haji yang bisa dilaksanakan kapan saja. Tapi Wukuf di Arafah hanya pada 9 Zulhijjah.

Jika seorang calon haji tidak bisa hadir maka hajinya tidak sah. Karena itu jika ada seorang jemaah sakit maka wajib dihadirkan di Padang Arah walau sebentar saja. Jika tidak bisa hadir maka harus menunggu waktu minimal tahun depan untuk mengulanginya.

Demikian ringkasan materi kuliah subuh oleh AG. Prof. Dr. Faried Wadjedy, Lc, MA.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *